Postingan

Faktor Penyebab Stres pada Kelomang Darat

Kelomang adalah hewan yang sangat rentan mengalami stres. Tanda-tandanya dapat dikenali dari aktivitasnya yang tidak biasa; cenderung diam atau sedikit bergerak. Ironisnya, stres yang mereka alami lebih sering berasal dari kesalahan pemelihara. Sekaligus menjadi dampak dari kurangnya edukasi mengenai cara memelihara kelomang darat (umang-umang) yang tepat. Untuk mencegah terjadinya stres pada kelomang darat, pahamilah beberapa faktor berikut: 1. Populasi Kandang Terlalu Penuh Walaupun kelomang hidup berkoloni di habitatnya, bukan berarti Anda dapat memeliharanya secara bertumpuk di dalam kandang yang memiliki daya tampung terbatas. Mereka membutuhkan area yang luas untuk dapat melindungi diri, baik dari predator maupun gangguan kelomang lainnya. Kandang yang terlalu sesak juga akan memicu beberapa masalah lain seperti; kotoran, perebutan cangkang, autotomi, dan sampai dengan kematian kelomang. 2. Perebutan Cangkang Kelomang memiliki kebiasaan unik, yaitu memperebut...

Mengetahui Ciri-ciri Kelomang Mati

Ada kalanya Anda merasa ragu ketika menemukan kelomang (umang-umang) yang dipelihara dalam keadaan lemas dan nampak tak bergerak. Di saat demikian, sebaiknya Anda berhati-hati dalam memperlakukan kelomang tersebut. Karena bisa jadi kelomang yang tadinya diduga telah mati ternyata sedang bersiap melepaskan eksoskeletonnya ( molting ). Agar tidak berakhir dengan penyesalan, maka pastikanlah beberapa hal berikut.

Tips Membuat Crabitat (Kandang) Kelomang Darat

Kandang kelomang darat ( crabitat ), bagaimana cara membuatnya? Kebanyakan pemula mungkin akan mengalami sedikit kesulitan dalam menentukan material apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kandang kelomang darat. Mungkin belum banyak yang tahu atau pernah melihat seperti apa rupa kandang tersebut secara keseluruhan. Crabitat ; istilah untuk kandang atau tempat untuk memelihara kelomang darat ( umang-umang ). Di internet sudah banyak sekali contoh crabitat yang dapat dijadikan acuan. Namun, aturan yang baku sangatlah perlu untuk memberikan arah yang tepat dalam memelihara kelomang darat. Berikut ini merupakan daftar ringkas atau contoh-contoh material yang baik dan buruk untuk digunakan dalam membuat crabitat . 1. Wadah Berikut adalah jenis wadah yang dapat digunakan untuk memelihara kelomang darat: Akuarium Kontainer plastik Bak air Hindari jenis wadah berikut: Kotak Styrofoam (Gabus) Kotak Kardus Kotak Kayu atau triplek Yang perlu diperhatikan dalam menentukan...

Faktor Penyebab Gagal Molting pada Kelomang Darat

Ada kalanya kelomang (umang-umang) ditemukan mati di dalam pasir, setelah sebelumnya mengubur diri dalam waktu yang cukup lama dan dengan adanya ciri-ciri akan terjadinya molting (ekdisis). Hal ini tentunya akan menimbulkan tanda tanya, terutama jika kelomang tersebut sudah lama dipelihara dalam crabitat yang dirasa telah tertata dengan baik. Untuk mendeskripsikan hal tersebut, kita dapat menggunakan istilah: gagal molting .

Surface Molting pada Kelomang Darat

Dalam kondisi tertentu, kelomang (umang-umang) dapat melakukan molting tanpa mengubur diri. Situasi ini disebut surface molting atau proses ekdisis di permukaan substrat. Menjelang siklus molting , umumnya kelomang akan mengubur diri dalam waktu yang cukup lama. Perilaku tersebut dimaksudkan untuk melindungi diri dari ancaman luar, terutama kanibalisme yang biasa terjadi pada krustasea. Namun, kondisi alam maupun kandang terkadang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan kelomang, misalnya tidak tersedianya pasir. Jika demikian, salah satu kemungkinan yang akan terjadi adalah surface molting . Kelomang yang baru saja melakukan surface molting normalnya akan terlihat diam, eksoskeleton yang masih lunak tidak memungkinkan mereka untuk berjalan atau beraktivitas normal. Mereka sangat lemah dan rentan, mereka akan mati diserang kelomang lainnya jika dibiarkan begitu saja. Oleh karenanya perlu penanganan khusus yang harus dilakukan segara: Perhatikan kondisi eksoskeleton kelomang,...

Penanganan & Perawatan Menjelang Molting pada Kelomang Darat

Mendekati fase molting , kelomang (umang-umang) sangat rentan sekali mengalami stres. Penanganan yang kurang tepat dapat berakibat buruk bagi kelomang tersebut, yang mana dapat berujung kematian. Untuk mengurangi resiko tersebut, Anda dapat membantu dengan memastikan beberapa hal berikut: Pastikan substrat (pasir) memiliki ketinggian yang cukup dalam untuk kelomang mengubur diri, minimal 3 kali dari tinggi kelomang tersebut. Hindari menggunakan substrat yang terlalu kasar seperti kerikil karena dapat merusak eksoskeleton teneral kelomang pasca  molting. Jagalah kelembapan substrat dengan menyemprotkan air secara rutin. Hindari untuk menggangu kelomang yang akan  molting , terutama menggali tempat persembunyiaannya. Jika kelomang tersebut terlihat lemas dan tidak mengubur diri maka segera karantina. Jangan pernah mengubur kelomang yang akan  molting , biarkan mereka melakukannya sendiri. Hindari untuk merendam seluruh tubuh kelomang, sebab serpihan pasir akan m...

Ciri-ciri Menjelang Molting pada Kelomang Darat

Molting dapat terjadi kapan saja tanpa disadari tanda-tandanya. Berikut ciri-ciri yang akan nampak sebelum kelomang (umang-umang) akan melalui fase molting : Kelomang tidak seaktif biasanya, cenderung diam, tidak makan dan minum. Warna mata berubah menjadi putih atau buram seperti katarak, dan tangkai mata mengatup (layu) seperti mengantuk. Aktivitas atau pergerakan dari antena menjadi berkurang. Tumbuhnya molting sack (seperti jeli berwarna coklat tua dan bening) di sekitar abdomen, Jika terdapat kaki atau sepit yang patah, baik hanya sebagian (ujung kaki) atau seluruh bagian, maka akan tumbuh gel limb yang menggantikan anggota tubuh yang cacat. Kelomang akan cenderung mengubur diri dalam waktu yang cukup lama atau lebih dari sehari. Artikel Terkait Siklus Molting (Ekdisis) pada Kelomang Darat Penganganan dan Perawatan Menjelang Molting pada Kelomang Darat Surface Molting pada Kelomang Darat Faktor Penyebab Gagal Molting pada Kelomang Darat