Postingan

Membudidayakan Kelomang Darat (Umang-umang)

Budi daya kelomang darat, bagaimana caranya? Kelomang darat ( umang-umang ) merupakan hewan kecil bercangkang yang biasanya dijual di sekitar sekolah dasar dan pasar tradisional. Harganya yang relatif murah membuat kelomang darat cepat populer di kalangan anak-anak. Sayangnya, kelomang darat sering kali mati dalam hitungan hari setelah dipelihara. Hal ini disebabkan karena jual beli kelomang darat dilakukan tanpa diimbangi dengan edukasi yang tepat. Jika dibiarkan, tidak akan butuh waktu yang lama untuk membuat kelomang darat terancam dari kepunahan, menghilang dari seluruh kepulauan Indonesia. Baca juga: Mengenal Kelomang Darat (Land Hermit Crab) Panduan Lengkap, Cara Memelihara Kelomang Darat Faktanya, seluruh kelomang yang dijual merupakan hasil tangkapan dari alam liar. Budi daya kelomang atau pengembangbiakannya secara buatan masih sulit untuk dilakukan. Kelomang darat hanya bisa bereproduksi dengan baik di habitatnya, itu pun membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk me...

Mencegah Perebutan Cangkang pada Kelomang Darat

Ada kalanya kelomang berkelahi satu sama lain untuk memperoleh cangkang baru. Terjadinya perebutan tersebut tidak hanya sebatas pada cangkang yang masih kosong saja, cangkang yang masih digunakan oleh seekor kelomang pun menjadi perebutan oleh kelomang lainnya.  Perebutan cangkang biasanya terjadi antara kelomang yang ukuran tubuhnya sama. Ketika kelomang saling bertemu, perebutan cangkang bisa saja terjadi. Salah satu kelomang akan menyerang, dan salah satunya akan bertahan, menarik masuk tubuhnya ke dalam cangkang. Kejadian ini mirip seperti perkelahian, kelomang yang diserang sering kali mengeluarkan suara kerik ( chirping ) saat perebutan berlangsung. Baca juga: Chirping (Suara Kerik) pada Kelomang Darat Kelomang yang memulai perebutan akan menarik paksa kelomang yang bertahan di dalam cangkang incarannya. Jika bersikukuh bertahan, kelomang akan mengalami cacat eksoskeleton akibat serangan tersebut, putusnya kaki dan capit, atau yang terburuk adalah kematian. ...

Chirping (Suara Kerik) pada Kelomang Darat

Gambar
Chirping adalah istilah yang digunakan saat kelomang darat mengeluarkan suara kerik (seperti pada jangkrik). Dalam bahasa Indonesia, chirping berarti mencicit. Chirping biasanya terjadi di saat kelomang darat merasa terancam, misalnya: diserang kelomang lain,  diinjak atau dinaiki cangkangnya, dipegang oleh manusia, saat adaptasi dengan lingkungan baru. Namun, chirping tidak selalu terjadi karena beberapa faktor tersebut. Selama kelomang tidak merasa terancam maupun terganggu dengan hal-hal di sekitarnya, mereka tidak akan mengeluarkan suara kerik ( chirp ). Video Kelomang Darat Bersuara Kerik Saat mengalami stres, kelomang akan melakukan chirping dan menjadi lebih protektif. Hal ini biasanya dapat dibuktikan pada kelomang yang baru saja diadopsi, atau sebelumnya telah mengalami beberapa hal buruk saat pengiriman atau saat penangkaran. Untuk menghindari resiko tercapit sebaiknya hindari untuk meletakan kelomang tersebut di telapak tangan, sebab beberapa kelom...

Memandikan Kelomang Darat

Memandikan kelomang darat merupakan hal yang cukup beresiko, terutama jika dilakukan tanpa pengetahuan dasar mengenai pemeliharaannya. Kelomang darat sejatinya tidak dapat bernafas dengan baik di dalam air. Mereka akan mati jika tenggelam dalam waktu yang cukup lama. Uniknya, walaupun merupakan spesies darat, mereka tidak dapat benar-benar terlepas dari akses air. Di alam liar, kelomang betina akan mendatangi tepi pantai atau sungai untuk melepaskan telur-telur kelomang.  Beberapa spesies darat pun memiliki kebiasaan berendam; baik di air laut maupun air tawar. Kebiasaan berendam ini biasanya terkait dengan cadangan air yang tersimpan di dalam cangkangnya. Berendam juga bertujuan untuk menjaga kelembapan insang dan membuatnya tetap bersih. Boleh atau tidak? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda sebaiknya tahu sisi positif dan negatif yang diperoleh dari memandikan kelomang darat. 1. Sisi positif atau manfaat memandikan kelomang a. Menyingkirkan kutu-ku...

Tips Memilih Cangkang untuk Kelomang Darat

Tidak semua cangkang siput (keong) dapat digunakan oleh kelomang darat. Bahkan setiap spesiesnya memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap jenis cangkang yang akan mereka gunakan. Jika cangkang yang disediakan tak kunjung digunakan dalam waktu yang lama, bisa jadi karena pilihan tersebut kurang tepat atau memang tidak disukai oleh spesies kelomang yang dipelihara. Untuk mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut, pelajarilah beberapa tips berikut. 1) Kenali spesies kelomang yang Anda pelihara Sangatlah penting untuk mengetahui jenis kelomang yang Anda pelihara. Setiap spesies memiliki tingkah laku dan kebutuhan yang berbeda. Dalam memilih cangkang misalnya, C. violascens cenderung menyukai cangkang yang berulir panjang, sementara beberapa spesies lainnya menyukai yang berulir pendek. 2) Carilah cangkang dari keluarga atau jenis siput yang sama dengan cangkang yang sedang dikenakan kelomang Pemula tentunya akan kesulitan untuk membedakan jenis cangkang yang disukai kelo...

Klasifikasi Apertur pada Cangkang Gastropoda untuk Kelomang Darat

Apertur adalah istilah untuk mulut cangkang atau lubang utama pada cangkang gastropoda. Apertur juga dapat dikatakan sebagai bukaan ( opening ), berfungsi sebagai jalur keluar dan masuknya tubuh moluska. Pada kelomang darat, apertur pun memiliki fungsi yang sama. Hanya saja tidak semua cangkang memiliki apertur yang layak untuk dapat digunakan oleh kelomang. Bentuk apertur pada setiap spesies gastropoda berbeda-beda; ada yang begitu lebar, ada pula yang cukup sempit atau tidak dapat digunakan kelomang. Berikut merupakan jenis-jenis apertur gastropoda, sekaligus yang dapat digunakan oleh spesies kelomang darat: 1) Apertur O ( Circular ) Berbentuk bundar atau lingkaran, biasanya memiliki ulir ( spire ) yang pendek. Contoh: Turbo. 2) Apertur D ( Semicircular ) Berbentuk setengah lingkaran atau menyerupai huruf D (linear di salah satu sisi). Contoh: Neritidae. 3) Oval Berbentuk lonjong, biasanya memiliki ulir yang memanjang. Contoh: Pleuroploca, Pugilina, dll.

Faktor Penyebab Stres pada Kelomang Darat

Kelomang adalah hewan yang sangat rentan mengalami stres. Tanda-tandanya dapat dikenali dari aktivitasnya yang tidak biasa; cenderung diam atau sedikit bergerak. Ironisnya, stres yang mereka alami lebih sering berasal dari kesalahan pemelihara. Sekaligus menjadi dampak dari kurangnya edukasi mengenai cara memelihara kelomang darat (umang-umang) yang tepat. Untuk mencegah terjadinya stres pada kelomang darat, pahamilah beberapa faktor berikut: 1. Populasi Kandang Terlalu Penuh Walaupun kelomang hidup berkoloni di habitatnya, bukan berarti Anda dapat memeliharanya secara bertumpuk di dalam kandang yang memiliki daya tampung terbatas. Mereka membutuhkan area yang luas untuk dapat melindungi diri, baik dari predator maupun gangguan kelomang lainnya. Kandang yang terlalu sesak juga akan memicu beberapa masalah lain seperti; kotoran, perebutan cangkang, autotomi, dan sampai dengan kematian kelomang. 2. Perebutan Cangkang Kelomang memiliki kebiasaan unik, yaitu memperebut...