Postingan

Tips Aman Bermain dengan Kelomang Darat

Kelomang darat atau lebih akrab disebut umang-umang; merupakan hewan kecil yang cukup populer di kalangan anak-anak. Sebagian masyarakat menganggap hewan kecil ini begitu unik dan menggemaskan, sehingga tak jarang para orang tua pun menjadikan kelomang sebagai hewan peliharaan untuk buah hatinya. Tetapi perlu diketahui bahwa pada dasarnya kelomang bukanlah hewan yang dapat dipegang dalam jangka waktu yang lama. Selain resiko kelomang mengalami stres, capit kelomang pun merupakan hal yang patut untuk selalu diwaspadai, baik oleh anak-anak maupun oleh orang dewasa. Agar terhindar dari hal tersebut, pahamilah beberapa poin berikut: Jangan pernah memegang kelomang jika merasa ragu Memaksakan diri untuk bisa memegang kelomang merupakan hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Orang yang takut atau ragu-ragu dalam melakukannya seringkali melakukan tindakan yang cukup fatal; melempar dan menjatuhkan kelomang. Jangan berikan pada anak kecil yang belum bisa mengerti Anak-anak yang masih ...

Mengenal Substrat pada Crabitat Kelomang Darat

Gambar
Apa itu substrat? Substrat adalah istilah untuk media yang digunakan sebagai dasar (alas) yang menutupi permukaan crabitat atau kandang kelomang. Substrat umumnya berupa pasir pantai, atau dengan campuran gambut kelapa; bertujuan mereplika habitat kelomang darat di pesisir pantai. Apa fungsinya? Secara garis besar, substrat berfungsi sebagai tempat kelomang bersembunyi, beristirahat, menjaga suhu tubuh dan berlindung saat ekdisis ( molting ). Video Kelomang Darat Mengubur Diri Mengapa harus bersubstrat? Perlu diketahui bahwa penggunaan substrat dalam memelihara kelomang darat adalah wajib. Kombinasi pasir dan gambut kelapa adalah media yang paling umum digunakan karena sesuai sebagai replika habitat aslinya dan memiliki kegunaan sebagai berikut: Pasir atau dengan gambut kelapa memiliki daya resap air yang cukup baik, sehingga dapat meminimalisir terjadinya becek pada permukaan crabitat ; baik akibat rembes air dari kolam atau tempat minum, maupun tumpahan cadangan air dari...

Kendala dalam Membudidayakan Kelomang Darat

Dalam praktiknya, melakukan breeding pada kelomang darat (umang-umang) merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Tidak semudah teori-teori yang terpapar di berbagai literatur, breeding pada kelomang darat nyatanya memiliki banyak sekali kendala. Belum diketahui secara pasti bagaimana cara mengawinkan kelomang jantan dan betina; dalam hal ini yaitu faktor yang membuat keduanya kawin. Telur-telur kelomang seringkali membusuk sebelum dilepaskan; atau pun dilepaskan di tempat yang tidak semestinya. Setiap spesies kelomang darat memiliki jumlah fase larva ( stage ) yang berbeda sebelum mencapai bentuk sempurnanya. Sulitnya memperoleh cangkang gastropoda ukuran mikro; terutama dalam jumlah ratusan hingga ribuan. Membutuhkan penangkaran yang luas jika berhasil. Bayi-bayi kelomang yang telah mendarat membutuhkan perlakuan yang berbeda dari kelomang pada umumnya yang sudah layak pelihara; mereka mudah sekali mati oleh banyak faktor. Molting seringkali gagal jika kondisi c...

Penanganan & Perawatan Setelah Molting pada Kelomang Darat

Setelah melepas eksoskeleton lamanya, kelomang darat masih mengalami masa rentan hingga eksoskeleton barunya benar-benar mengeras. Dalam fase tersebut, sebenarnya tidak diperlukan perlakuan khusus terhadap kelomang. Terutama jika molting terjadi secara normal di dalam substrat, sangat tidak disarankan untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu kelomang tersebut. Namun, ada beberapa kondisi di mana kelomang harus segera mendapat tindakan yang tepat; misalnya ketika secara tidak sengaja menemukan kelomang yang sedang molting saat membongkar crabitat , atau pun jika kelomang mengalami surface molting di antara kawanannya. Kelomang tersebut haruslah dipisah, dikarantina dalam crabitat khusus. Adapun kondisi crabitat khusus yang dimaksud, yaitu: Crabitat hanya boleh dihuni oleh satu kelomang saja. Tujuannya untuk mengurangi salah satu aspek penyebab kematian kelomang pasca- molting , yaitu perebutan cangkang. Dalam fase pemulihan, kelomang menjadi sangat lemah dan seringkal...

Klasifikasi Kelomang dan Keong, Dua Jenis Hewan yang Berbeda

Apa perbedaan antara kelomang dan keong? Sebagian besar masyarakat Indonesia masih merasa asing dengan istilah "Kelomang"; hewan kecil seperti kepiting yang seringkali dijual di sekolahan, mengenakan cangkang yang bentuknya beraneka ragam dan harganya relatif murah. Orang-orang biasanya lebih mengenal hewan ini sebagai umang-umang, sayangnya tidak sedikit pula orang yang masih salah kaprah menyebutnya sebagai "Keong". Baca juga: Panduan Lengkap, Cara Memelihara Kelomang Darat Makanan Kelomang Darat Kelomang dan keong adalah berbeda! Sebenarnya, kelomang dan keong adalah hewan yang berbeda. Terjadinya kekeliruan pada kedua hewan tersebut biasanya disebabkan karena mereka sama-sama mengenakan cangkang. Apa yang membedakan? Jika digolongkan, klasifikasi kelomang adalah krustasea, sedangkan keong adalah moluska. Berikut definisi krustasea dan moluska menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): krustasea n Bio binatang air yang berkulit keras, ...

Sistem Pernapasan Kelomang Darat

Kelomang darat sejatinya bernapas menggunakan insang yang termodifikasi, bukan paru-paru. Insang tersebut telah beradaptasi untuk bernapas di daratan dengan memanfaatkan kelembapan udara. Tanpa kelembapan yang sesuai, kelomang darat akan mati karenanya. Insang kelomang darat teletak di kedua sisi samping toraks bagian belakang, tepatnya di atas sendi kedua kaki jalan. Insang tersebut biasanya tertutupi oleh cangkang, sehingga jarang sekali nampak jika tidak dilihat dengan saksama. Walaupun kelomang bernapas dengan insang, setelah hidup di daratan mereka tidak lagi dapat bernapas dengan baik di dalam air. Kelomang yang telah mendarat akan menjadi lemas dan mati jika tenggelam dalam waktu yang cukup lama. Meski tak dapat hidup di dalam air, kelomang darat masih membutuhkannya seperti layaknya mahluk hidup lain. Kelomang darat membutuhkan air untuk minum, membasahi insang, berendam dan menyimpannya sebagai cadangan air di dalam cangkang keong. Sebagai krustasea, kelomang ...

Autotomi, Penyebab Putusnya Kaki pada Kelomang Darat

Autotomi memiliki arti pemutusan salah satu bagian tubuh pada hewan. Autotomi umumnya ditemui pada cicak, yaitu pada saat mereka memutus ekornya untuk mengecoh hewan lain yang sedang mengancam. Dalam autotomi, organ yang diputus biasanya akan tumbuh kembali setelah beberapa waktu. Autotomi dilakukan oleh binatang itu sendiri, disebabkan faktor tertentu dan dengan suatu tujuan. Autotomi juga dapat dilakukan oleh kelomang darat. Pada kelomang, organ yang diputus biasanya sepit dan kaki jalan. Apa penyebabnya? Ada tiga faktor yang dapat memicu kelomang darat melakukan autotomi: 1) Sakit / Stres Kelomang yang mengalami stres karena pemeliharaan yang tidak tepat, seperti; ditumpuk layaknya kerikil, kandang yang terlalu penuh, atau tidak diberikan substrat yang layak untuk mengubur diri cenderung akan mengalami autotomi. Seluruh kaki jalan dan sepit akan rontok satu per satu dengan pasti sebelum akhirnya kelomang mati. Dalam kasus ini, autotomi merupakan penanda bahw...